Balita Diculik Sehari, Akhirnya Dipulangkan oleh Pelaku ke Keluarga

Kasus penculikan yang melibatkan seorang balita di Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan publik setelah anak bernama Alrayan yang berusia 3 tahun itu, akhirnya dipulangkan oleh pelaku ke rumahnya. Kejadian ini mengguncang masyarakat setempat dan memicu berbagai reaksi dari keluarga dan tetangga.
Reaksi Warga dan Pengembalian Korban
Dalam suasana yang mencekam, warga Desa Pasar V Kebun Kelapa segera berkumpul di rumah keluarga Alrayan setelah kabar tentang pengembalian balita tersebut menyebar. Kades Pasar V Kebun Kelapa, Sumantri, mengkonfirmasi bahwa pelaku telah mengantarkan Alrayan kembali ke orangtuanya. “Alhamdulillah, korban sudah diantar pulang. Pelaku sudah kami bawa ke Polsek untuk proses lebih lanjut,” ungkap Sumantri pada Kamis sore, 23 April 2026.
Menariknya, saat mengantar Alrayan, pelaku tampak tenang dan bahkan tersenyum saat menjawab pertanyaan dari warga. Dia mengaku berasal dari Sei Buluh, Kabupaten Serdang Bedagai, dan mengakui telah menculik korban dari jalan. Namun, alasan di balik tindakannya masih menjadi misteri dan memicu kemarahan warga yang mendengarnya.
Perasaan Keluarga Korban
Ketika melihat kedatangan Alrayan, ibu korban, Nurwahyuni, tidak bisa menahan tangis haru. Dia merasa sangat bersyukur karena anaknya kembali dalam keadaan sehat. Sebelumnya, Nurwahyuni dan suaminya, Leo Andika, sangat cemas karena mereka tidak bisa menemukan Alrayan sejak Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, ketika balita itu berada di rumah bersama nenek dan bibiknya. Saat itu, kedua orangtuanya sedang bekerja.
Dengan penuh emosi, Nurwahyuni mengungkapkan permohonannya, “Saya mohon maaf kepada siapa pun jika kami memiliki kesalahan, tapi jangan sakiti anak saya. Kembalikan dia, saya mohon.” Tangisan dan keputusasaannya menggambarkan betapa dalamnya rasa cinta seorang ibu terhadap anaknya.
Upaya Pencarian dan Kesaksian
Nurwahyuni, bersama anggota keluarga lainnya, berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan Alrayan. Mereka bahkan mencari di kebun sawit pada tengah malam setelah mendapatkan informasi bahwa ada seseorang yang melihat Alrayan dibawa oleh seorang pria di atas sepeda motor sambil menangis. “Biasanya, dia selalu ikut saya saat saya berjualan, tapi belakangan ini dia enggan ikut,” cerita Nurwahyuni.
Nenek Alrayan, Erni, juga merasakan kesedihan mendalam. Ia menceritakan bahwa terakhir kali melihat Alrayan sebelum waktu Shalat Zuhur. Ketika ia sedang melaksanakan shalat, Erni mendengar cucunya memanggilnya. “Dia bermain HP dan menonton Upin Ipin. Ketika saya sedang shalat, dia terus memanggil saya,” ungkap Erni dengan penuh kesedihan.
Detik-detik Penghilangan
Menurut Erni, setelah adzan terdengar, ia segera mengambil wudhu dan melaksanakan shalat di dekat pintu rumah. Ia yakin bahwa setelah itu, Alrayan sempat memasuki rumah neneknya untuk berbincang dengan bibinya yang sedang berada di kamar mandi. “Bibinya mengatakan bahwa Alrayan sempat memanggil saya di dalam rumah, tetapi saat itu dia sedang BAB,” tambah Erni.
Setelah menyadari bahwa Alrayan sudah tidak ada, keluarga segera mencari ke sekeliling rumah dan tetangga. Mereka menemukan bahwa HP yang digunakan Alrayan diletakkan di teras rumah neneknya.
Informasi dari Tetangga dan Pencarian
Beberapa tetangga melaporkan bahwa mereka melihat Alrayan berjalan menuju jalan besar. “Sekitar pukul 15.00 WIB, ada yang melihat cucu saya dibawa oleh seorang pria,” kata Erni, menjelaskan bahwa orang tersebut terlihat mencurigakan dan mengganggu Alrayan. “Kami langsung mencari ke arah sawit setelah mendapatkan informasi ini,” sambungnya.
Selain melaporkan kasus penculikan ini ke Polsek, keluarga Alrayan juga menghubungi para orang tua yang dianggap memiliki kemampuan untuk membantu menemukan anak mereka. Mereka mengumpulkan berbagai petunjuk dan mulai menyebarkan foto-foto Alrayan di media sosial dengan harapan ada yang bisa memberikan informasi lebih lanjut.
- Keluarga berusaha mencari Alrayan dengan maksimal.
- Informasi dari tetangga sangat membantu dalam pencarian.
- Foto Alrayan disebar di media sosial untuk mendapatkan perhatian lebih.
- Pelaku sudah diamankan oleh pihak berwajib.
- Keberadaan HP Alrayan menjadi petunjuk awal pencarian.
Permohonan dari Keluarga
Erni dalam keadaan penuh harapan meminta kepada pelaku untuk mengembalikan cucunya. “Dengan sepuluh jari, saya memohon agar cucuku kembalikan. Saya sangat menyayanginya,” ujarnya, mengekspresikan perasaan kasih sayangnya yang mendalam. Permohonan ini mencerminkan betapa besar cinta dan harapan keluarga agar Alrayan dapat kembali dengan selamat.
Kasus penculikan ini bukan hanya menyoroti ketidakamanan yang dihadapi anak-anak, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya dukungan komunitas dalam situasi genting. Harapan dan keyakinan keluarga bahwa Alrayan akan kembali ke pelukan mereka menggambarkan betapa kuat dan tak tergantikan ikatan keluarga.
Dengan segala upaya yang telah dilakukan, diharapkan kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan menjaga keselamatan anak-anak. Kejadian ini menegaskan bahwa setiap balita berhak mendapatkan perlindungan dan cinta dari keluarga serta masyarakat.






